Minggu, 31 Mei 2015

Rumah Kecil Di Bukit Sunyi
Di atas bangku bambu reyot,Pak Kerto meluruskan kedua kakinya.Beberapa saat kemudian, ia beranjak dari bangku dan melangkah ke balik belakang yang hanya dibatasi oelh anyaman daun rumbia.Diambilnya beberapa potong ubi dari panic dan diletakkannya diatas selembar daun pisang. Ia kembali ke depan dan menikmati ke depan dan menikmati ubi rebus sambil meminum kopi.
Tiba-tiba pintu terbuka dan laki-laki dengan perut gendut muncul.” Ooo.... juragan.Silakan, Gan’’, sambut pak Kerto sambil membungkuk. Dengan tergesa di bersihkannya bangku bamboo yang sudah reyot iitu. “ Bagaimana? Apakah semuanya sudah beres?” Tanya sang juragan.
“Sebagian sudah say panen,Gan.tinggal lading sebelah kanan parit.Silakan juragan periksa hasil panenan itu.”
“Dimana kau letakkan Kerto?”
“Ada di samping rumah Gan. Ada enam karung terigu. Bagus –Bagus hasil panen kali ini”, kata pak Kerto.
Kedua orang itu melangkah kesamping rumah. Sang juragan segera mendekati tumpukan karung. Sesaat di bukanya salah satu karung dan di ambilnya sehelai daun yang ada di dalamnya,kemudian sehelai daun itu di ciumnya. “ Ahhh,luar biasa!” teriaknya kegirangan. “bagus…bagus sekali panen kali ini, Kerto”, lanjut juragan itu sambil menepuk punggung pak Kerto. Hati pak Kerto bahagia telah membuat juragan senang. Ia akan mendapat tambahan upah.Watak juragan memang begitu,kalau sedang senang ia tak-segan-segan member tambahan upah.
“Enam karung ini disimpan dengan baik dan jangan sampai kena hujan. Dua hari lagi aku akan kembali ke sini mengambil hasil penenan”, ucap juragan sambil meninggalkan pak kerto.
Sepeninggal juragan, pak Kerto berbaring sambil berselimut sarung. Ia tak dapat tidur. Pikirannya menerawang jauh. Pak Kerto ingin membelikan kain kain kebaya buat istrinya dan dua sandal plastic buat kedua anaknya. Hatinya bahagia karena sebentar lagi akan pulang untuk kerinduan pada istri dan kedua anaknya. Pikirannya tertuju pada pohon-pohon kecil di lading sebelah kanan parit yang besok harus dipanen. Ia tak habis berpikir,untuk apa juragan menanam pohon-pohon itu. Ia tidak tahu nama pohon yang bentuknya hamper mirip tanaman cabai. Pak Kerto hanya tunduk dan patuh pada perintah juragan.Patuh adalah taat (pada perintah,aturan,dsb.) dan berdisiplin. Ia merawat tanaman dengan baik.Ia tidak bergaul dengan orang-orang yang disekitarnya.
Saat pak Kerto hamper lelap,terdengan suara orang mengetuk pintu. Pak Kerto berpikir sang juragan datang lagi. Dengan langkah yang tergesa pak Kerto menuju ke pintu.
“Sebentar Gan,sebentar…”, kata pak kerto sambil membuka palang pintu.” Biasanya kan langsung masuk,Gan”, lanjutnya sambil menguak daun pintu.
Pak Kerto merasa aliran darahnya terhenti ketika di depannya berdiri empat orang polisi dengan senjata di tangan.
“jangan bergerak!”, gertak salah seorang polisi. Ketiga polisi lainnya langsung masuk kerumah kecil itu. Pak kerto berdiri kau, mematung, tidak tahu apa yang terjadi.
“Maaf,Bapak saya tangkap”, kata polisi sambil mendekat dan memborgolkedua tangan pak kerto.
“Apa salah saya, pak?” Tanya pak kerto terputus-putus.
“Bapak telah menanam dan menyimpan pohon ganja.Pemerintah melarang menanam pohon itu”, jawab polisi itu tegas.
“ Tapi saya hanya di suruh juragan. Saya hanya melaksanakan perintah juragan, pak”, kata pak Kerto tertunduk.
“Saya mengerti dan memaha,I keadaan bapak. Juragan bapak sekarangada di tahanan polisi”.
Polisi itu menyuruh pak Kerto berjalan menuruni lerang perbukitan. Sedang ketiga polisi lainnya memanggul beberapa karung terigu yang berisi daun ganja dengan di bantu beberapa peladang yang kebetulan berada di sekitar perbukitan itu. Pak Keto tertunduk bisu. Inilah jawaban atas teka-teki tanaman itu,ya,dua tahun lebih baru terjawab sekarang. Pipi kerut lelaki tua itu basah oleh air mata. Rumah kecil di atas bukit semakin jauh ditinggal.Tuhan,jerit pak Kerto lirih
. Purbalingga 1982.



PERTANYAAN:
1.       Menurutmu, termasuk teks apakah teks “Rumah Kecil di Bukit Sunyi”?
Jawab: Termasuk teks cerpen
2.       Bagaimana dengan bagian-bagian yang membangun teks tersebut? Coba sebutkan dan tulis bagian-bagian tersebut!
Jawab:  Orientasi : Paragraf 1,  Komplikasi : Paragfraf 2 sampai “...tahanan polisi”,Resolusi :  Paragraf terakhir
3.       Ide pokok apa sajakah yang terkandung di dalam bagian-bagian yang menjadi stuktur teks “Rumah Kecil di Bukit Sunyi” tersebut?
Jawab:
a.       Orientasi:  Di atas bangku bambu yang reyot, pak Kerto menjelujurkan kedua kakinya
b.      Konflikasi: Sepeninggal juragan, pak Kerto berbaring sambil berselimut sarung. Ia tak dapat tidur. Pikirannya menerawang jauh.
c.       Resolusi: Inilah jawaban atas teka-teki tanaman itu, batin pak Kerto.
4.       Siapa tokoh utama dan bagai mana karakternya?
Jawab: Pak Kerto karakternya baik, penyabar, penyayang tetapi ceroboh
5.       Sebutkan pula tokoh yang lain beserta karakternya!
Jawab: Juragan karakternya licik. Polisi karakternya tegas
6.       Konflik apa yang ada dalam cerita tersebut? Uraikan!
Jawab: Berawal dari kecerobohannya yang tida mau bertanya tentang pohon yang selalu dia jaga sampai akhirnya, “jangan bergerak!”, gertak salah seorang polisi. Ketiga polisi lainnya langsung masuk kerumah kecil itu. Pak kerto berdiri kau, mematung, tidak tahu apa yang terjadi.
“Maaf,Bapak saya tangkap”, kata polisi sambil mendekat dan memborgolkedua tangan pak kerto.
“Apa salah saya, pak?” Tanya pak kerto terputus-putus.
“Bapak telah menanam dan menyimpan pohon ganja.Pemerintah melarang menanam pohon itu”, jawab polisi itu tegas.
“ Tapi saya hanya di suruh juragan. Saya hanya melaksanakan perintah juragan, pak”, kata pak Kerto tertunduk.
“Saya mengerti dan memahami keadaan bapak. Juragan bapak sekarangada di tahanan polisi”.
7.       Pesan apa yang disampaikan pengarang dalam cerita?
Jawab: Kita sebagai manusia harus teliti dalam segala hal termasuk dalam mencari pekerjaan yang halal dan hasilnya bisa menjadi berkah bukan malah menjerumuskan kita dalam keburukan.
8.       Menggunakan sudut pandang yang mana?
Jawab: Menggunakan sudut pandang orang ke-3
9.       Sebutkan latar yang ada di dalam cerita tersebut!
a.       Tempat
b.      Waktu
c.       Suasana
Jawab:
a.       Tempat: Di atas bangku, ke bilik belakang, sebelah kanan parit, di samping rumah, ke sini, di dekitarnya,di tahanan, lereng bukit
b.      Waktu: Dua hari lagi, sepeninggalan
c.       Suasana: Bahagia, Senang, Kebingungan, Sedih
10.   Bagaimana alur ceritanya?
Jawab:
·         Pak Kerto bahagia melihat juragan senang akan hasil panenya tesebut. Ia akan mendapat tambahan upah.
·         Pak Kerto bahagia karena sebentar lagi ia akan pulang untuk melepas kerinduan pada isteri dan anaknya.
·         Pak Kerto tak habis fikir untuk apa juragan menyuruh menanam pohon-pohon yang hampir mirip tanaman cabe itu dengan tidak tahu nama pohonnya.
·         Pak Kerto kaget melihat empat orang polisi di depan rumahnya. Polisi bilang ia ditangkap karena menanam pohon ganja karena perintah melarang menanam pohon tersebut.
·         Pak Kerto dengan rasa sakit hati dan kecewa akhirnya sekarang mendapatkan jawaban atas teka-teki tanaman itu.
11.   Sebutkan konjungsi apa saja yang ada dalam cerita tersebut dan maknanya!
Jawab:
a.       Penjumlahan: dan
b.      Penentangan: tapi, sedangkan
c.       Penyamaan: adalah
12.   Repetisi/kata ulang yang ada pada cerita tersebut dan maknanya!
Jawab: segan-segan,pohon-pohon, orang-orang, bagus-bagus
13.   Tentukan frasa/gabungan kata dan sebutkan maknanya!
Jawab: bangku bambu, daun pisang, perut gendut, karung terigu, kain kebaya, sandal plastik,palang pintu, daun pintu, pohon ganja, daun anja, air mata
14.   Siapa sebenarnya pak Karto?

Jawab: Pak akerto adalah seorang petani yang di tipu oleh juragannya dan dipercaya untuk menjaga pohon ganja milik juragannya.
15.   Bagaimana menurutmu cerita tersebut?jelaskan.
Jawab: ceritanya menarik,bisa membuat pembaca merasakan apa yang pa kerto rasakan.selain itu cerita itu juga membuat orang yang membaca lebih teliti dalam melakukan sesuatu.

Minggu, 24 Mei 2015

Puisi Kecil Untuk IBU

Ibu...
Kau adalah hidupku
Kau adalah jiwaku
Kau adalah diriku
Kau adalah segalanya bagiku...

                     
                                  Kau yang melahirkanku
                                  Kau yang merawatku
                                  Kau yang menyayangiku
                                  Sepenuh Hatimu...


Hingga ku besar
Hingga ku sukses
Hingga ku bahagia
Kau selalu berada disisiku...


                                 Sungguh besar jasamu
                                 Tak akan pernah kulupakan
                                 Hingga akhir hayatku...


Minggu, 10 Mei 2015

MITOS
Nyai Roro Kidul
(Versi Sunda)


Pada zaman dahulu,ada seorang putri cantik yang merupakan anak dari raja pajajaran munding wangi bernama Dewi Kadita.Tapi sang raja masi sedih karena tidak memiliki keturunan untuk meneruskan tahtanya.Hingga akhirnya sang raja menikah lagi dengan seorang wanita yang bernama Dewi Mutiara.Setelah menikah akhirnya mereka dikaruniai seorang putra yang sangat gagah dan tampan.
Dibalik kebaikan Dewi mutiara,ternyata dewi mutiara memiliki niat jahat untuk mengusir dewi kadita.Dewi mutiara takut jika dewi kadita menghalangi putranya untuk memiliki takhta raja dari ayahnya.Dewi mutiara akhirnya meminta agar sang raja mengusir dewi kadita.Namun raja menolak permintaan istrinya yang kedua itu.
Walau raja menolak,dewi mutiara tetap tidak mau kehabisan cara untuk mengusir dewi kadita dari istina.
Pada hari selanjunya,dewi mutiara mengundang dukun dengan cara menyamarkannya dukun itu dengan tukang tenun.Dukun itu didatangkan untuk memberi guna-guna kepada dewi kadita.
Kemudian dewi mutiara senang akan keberhasilannya membuat dewi kadita yang dulu cantik jelita menjadi manusia yang penuh dengan penykit kulit bersisik,rusak dan gatal-gatal.Oleh karena itu,raja munding wangi banyak mengundang tabib untuk mengobati anaknya itu.Namun banyak tabib mengatakan bahwa penyakit dewi kadita merupakan guna-guna dari seseorang.Dewi kadita akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk melawan penyakitnya yang semakin lama semaki parah.
Dalam keadaan seperti ini,dewi mutiara akhirnya memanfaatkan keadaan untuk melaksanakan tugasnya yaitu untuk mengusr dewi kadita dengan alasan bahwa dewi kadita akan membawa kesialan bagi masa depan kerajaannya.Setelah berfikir panjang,aja setuju untuk membawa putri satu-satunya itu keluar dari negeri kekuasaannya.
Dewi yang sudah merasa dirinya hina akhirna pergi jauh dari istana dan entah kemanna tujuan dia melangkahkan kakinya.
Setelah kurang lebih delapan hari akhirnya sang putri menjumpai sebuah tempat yang sangat indah.Seruan ombak pasir putih dengan dengan gulungan air yang jernih pula.Saat dewi berjalan dipesisir pantai,air dari laut selatan ini menyentuh kulitnya dan tiba-tiba lukanya pada sang dewi lenyap.Semua penyakit dewi kadita tiba-tiba hilang dan dia tidak merasa gatal-gatal lagi.Bahkan bekas penyakit itu tidak berbekas lagi ditubuh dewi.Akibat keajaiban ini,dewi kadita terlihat lebih cantik dari sebelumnya.

Lalu dia mendengar bisikan fhaib ditelingany yang menyuruh dirinya menerjun kelaut selatan itu.Dewi akhirnya menuruti bisikan ghaib yang ia dengar.ia pun menerjunkn diri kelaut selatan dan menjelma menjadi sosok manusia setengah ikan.Akhirnya dewi kadita memiliki kekuasaan laut luas yaitu laut selatan yang telah membuat dia lebih cantik dan anggun.
Coco kucing tersayang


Seorang anak perempuan yang bernama bunga memelihara sekor kucing yang diberinama Coco.
Coco adalah seekor kucing persia yang dibeli oleh nenek bunga untuk bunga.
Coco merupakan kucing yang sangat lucu dan aktif.Dia selalu menurut kepada bunga.Coco tidak pernah membuat bunga sebal,karena coco selalu menghibur bunga dengan tingkah lakunya yang sangat menggemaskan.
Hingga suatu hari,bunga ingin mengajak coco untuk bermain dirumah melati tetangganya.Rumahnya tidak tertalu jauh dari rumah mereka.Setelah beberapa menit,sampailah mereka dirumah melati tetangganya.
Bunga berbincang-bincang dengan melati,sedangkan coco bermain ditaman bersama kucing milik melati.Tidak lama kemudian,bunga dan melati masuk kedalam rumah,sedangkan coco masih asik bermain di luar sana.
Tak beberapa lama kemudian,coco menyadari bahwa majikannya sudah tidak nampak duduk dikursi.Coco mulai gelisah.Dia berpikir bahwa bunga majikannya meninggalkannya.Coco terus mengeong-ngeong,dia terus-menerus mencari bunga majikannya.Karena dia mengira bahwa dia ditinggalkan oleh bunga,akhirnya dia pergi ulang kerumahnya,walaupun dia tidak tau jalan pulang.
Hingga sampai lah coco dipertigaan,dia merasa sangat bingung,dia harus memilih jalan yang mana?lurus?belok kanan?belok kiri?saat itu coco sangatlah bingung.Dia tidak tau jalan yang benar.
Akhirnya tanpa rasa ragu dia belok kekiri.Dia hanya bisa merinding dan ketakutan,karena setiap jalan yang coco lewati selalu sepi,dan tidak ada satu orang pun yang lewat.
Bunga baru menyadari bahwa dia meninggalkan coco ditaman,Bunga bergegas keluar dan melihat coco.Ketika sampai diluar,ternyata coco sudah tidak ada,yang ada hanya kucing milik melati.Bungan sangat khawatir pada coco.Dan pada akhirnya Bunga pergi untuk mencari coco.
Hingga sampai lah bunga dipertingan yang tadi coco lewati.Jalan menuju pulang belok kanan.dan akhirnya bunga belok kanan,karena bunga merasa bahwa mungkin coco sudah ada dirumah menunggunya.Ketika sampai dirumah,coco tidak terlihat.apakah coco belum pulang?bunga sangat kebingungan.dan akhirnya bunga pun kembali ke pertigaan yang tadi.Setelah sampai dipertigaan,bunga berpikir “jika jalan pulang yang benar belok ke kanan,mungkin coco mengambil jalan yang sebaliknya yaitu jalan belok kiri!” pikir bunga.
Tanpa rasa tergesa-gesa,bunga pun mengambil jalan belok kiri yang tadi dilalui oleh coco.Bunga terus-menerus memanggil nama kucingnya “coco”.Hingga disebuah gubuk tua bunga mendengar ada suara kucing mengeong.
Ketika bunga akan melangkah,ada seseorang yang menarik punggungnya.Tentu saja bunga sangat kaget.Ternyata itu adalah melati.Untuk apa melati ada disini?Ternyata melati ingin membantu bunga mencari coco,karena melati tidak tega bila bunga mencari coco sendirian.
Bunga dan melati terus mendekai gubuk tua itukarena bunga mendengar ada kucing  mengeong.Ketika beberapa langkah lagi,ada yang keluar  dari bawah gubuk tua tersebut.Ternyata itu adalah coco,kucing kesayangan bunga.Bunga sangat senang dan langsung menggendong coco.
Bunga sangat menyesal karena telah meninggalkan coco bermain diluar sendirian tanpa pengawasan.Dan akhirnya bunga tidak akan meninggalkan coco sendirian lagi.Karena coco adalah kucing kesayangannya.


*TAMAT*

Jumat, 08 Mei 2015

SEPEDA BARU

Andi adalah anak tunggal dari ibu ani dan bapak adi.Ibu dan bapaknya sangat menyayangi andi,karena andi adalah anak satu-satunya.

  Suatu hari Andi pergi ke lapang untuk bermain dengan teman-temannya.Setelah sampai dilapang  Andi menyapa teman-temannya, ”Hai” sapa Andi. ”Hai juga” teman-teman Andi membalas sapaan Andi.Lalu mereka semua berkumpul dibawah pohon.
 “Teman-teman cuaca hari ini sangat bagus,mari kita main balap sepeda!bagaimana?setuju?” kata seorang kata seorang teman mengusulkan, teman-teman yang lainnnya menyetujuinya.Andi hanya bisa diam dan termenun, karena teman-temannya memiliki sepeda masing-masing,sedangkan Andi tidak memiliki sepeda sama sekali.Oleh sebab itu Andi tidak bisa mengikuti balapan tersebut.Akhirnya Andi pulang kerumah sambil menundukan kepalanya.
Ketika sampai dirumah ibu Andi bertanya “kenapa kau cepat sekali pulang? apa kau tidak ikut bermain dengan teman-temanmu?”.Andi hanya terdiam.Andi berhenti didepan pintu kamar sambil berkata  “Aku tidak mau bermain,aku tidak mau sekolah sebelum aku memiliki sepeda yang bagus.Lihatlah teman-temanku diluar sana,mereka bermain dengan riang bersama sepedanya.sedangkan aku?mulai besok aku tidak mau sekolah” katanya sembari membantingkan pintu kamar.
Mendengar hal tersebut sang ibu sangat sedih.Sepanjang hari sang ibu memikirkan Andi anaknya,karena dia tidak mau juga sekolah.Sedangkan sang ibu tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membelikan sepeda yang Andi inginkan.
Karena tidak mau melihat Andi seperti ini,akhirnya sang ibu tepaksa harus meminjam uang untuk membeli sepeda kepada tetangga terdekat.
Setelah mendapat uang pinjaman,sang ibu pergi kekamar Andi,dan mengetuk pintu kamar Andi “tok...tok...tok...” suara ketukan pintu. “Andi ayo bangun,ikutlah bersama ibu kepasar! kau bilang ingin membeli sepeda? ayolah cepat siap-siap,kita akan beli sepeda yang sangat bagus.” ucap sang ibu.Mendengar hal itu Andi sangat gembira.Andi pun membuka pintu kamarnya sambil berkata “Apaka ibu tidak berbohong? aku akan punya sepeda sama dengan teman-temanku?”. Ibu pun menjawab  “iya Andi”.Mendengarnya Andi sangat gembira dan langsung memeluk sang Ibu.
Tidak lama kemudian Andi dan ibunya pergi kepasar untuk membeli sepeda impian Andi.
Setelah sampai dipasar kota Andi menunjuk sebuah sepeda yang ingin dibelinya,apa boleh buat,sang ibu menyetujuinya dan membeli sepeda tersebut.Tentu saja andi sangat bahagia dan gembira,akhirnya dia mempunyai sepeda baru dan bagus seperti yang dimiliki oleh teman-teman lainnya.
Keesokan harinya andi pergi kesekolah dengan riang.Tentu saja dia akan sekolah karena ibuya telah membelikannya sepeda baru.
Setelah pulang sekolah,Andi diajak oleh teman-temannya bermain balapan sepeda.Tentu saja andi menyanggupinya,karena dia sudah mempunyai sepeda.sama dengan teman-temannya yang lain.
Setelah sampai dirumah andi langsung ganti baju dan pergi kelapangan menggunakan sepeda barunya.
Setelah sampai dilapangan,andi dan teman-temannya langsung memulai balapan.Tidak sengaja sang ibu melihat andi dan teman-temannya sedang bermain,sang ibu sangat senang melihat andi dan teman-temannya bermain dengan riang.